05 Desember 2008

DALIL NAQLI TENTANG AQIDAH ISLAM

Di zaman era globalisasi dan kecanggihan tekhnologi informasi
memudahkan mencari berbagai informasi – informasi yang berdampak
pada perubahan budaya perilaku manusia bahkan dapat mempengaruhi
aqidah Islam sehingga seseorang bisa kehilangan kepercayaanya kepada
Allah Yang Maha Esa.

Untuk menghadapi tantangan tersebut kita sebagai umat Islam perlu
mengingatkan bahkan harus dapat menyadarkan dan meyakinkan kembali
kepada umat manusia bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah selain
Allah dengan jalan menjelaskan dalil – dalil naqli yang berkaitan dengan
Aqidah Islam.

Berdasarkan dalil - dalil naqli tentang aqidah Islam dan jikalau
umat manusia itu bisa memahami dan menghayatinya serta mampu meng
analisa secara ilmiah dan mengimplementasikanya dalam kehidupan
sehari - sehari maka akan dapat mengubah budaya dan perilaku yang
menyimpang dari aqidah Islam bahkan dapat mengembalikan manusia
kepada fitrah manusia.

Selain itu juga dapat menuntun pikiran umat manusia untuk meng-
akui ke-Esaan Allah sehingga dapat mempertebal kepercayaanya kepada
Allah bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah dengan sebenar –benar
nya melainkan Allah , dan jikalau ada umat manusia yang mempercayai
Tuhan selain Allah maka hukumnya syirik serta mereka itu tergolong
Orang yang mensyirikan Allah maka akan mendapatkan azab yang pedih
di dalam Neraka Jahanam serta kekal untuk selama- lamanya.

Dalil Aqidah Islamiyah terdapat dalam ayat – ayat Al – Qur’an yang menya-
takan tentang ke Esaan Allah, seperti dalam surat Al Baqarah yang berbunyi sbb:

ﻭﺍﻟﻫﮏﻡﺍﻟﻪ ﻭﺍﺣﺩﻻﺍﻟﻪﺇﻻﻫﻭﺍﻟﺭﺣﻤﻥﺍﻟﺭﺣﻴﻡ ׃١٦٣﴾

Artinya : dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Esa, tidak ada Tuhan melain –
kan Dia, Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.(Al-Baqarah 163)

Dari ayat diatas dapat dijelaskan bahwa Tuhan itu hanya satu yaitu Allah,
dan Dia Maha Esa yang berarti Maha Tunggal tidak ada yang menyamai, Dia juga
Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang pada hamba – hambanya.
Kemudian ditambahkan didalam surat Al-’araaf ayat 59 yang berbunyi :

ﻳﻗﻭﻡ١ﻋﺑﺩﻭ١١ﷲﻣﺎﻠﻜﻡ ﻣﻦ١ﻠﮫﻏﻳﺮﮦ﴿ ١ﻷﻋﺮ١ﻑ׃٩ ٥ ﴾

Artinya : Wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya (Al-raaf : 59)


Ayat ini menjelaskan bahwa umat manusia didunia ini khususnya umat Islam diwajibkan menyembah Allah , karena tidak ada Tuhan yang patut di Sembah selain Allah.
Dan Allah dalam Kitab Suci Al-Qur’an menerangkan dengan jelas bahwa kepercayaan selain kepada Allah adalah Syirik hukumnya. Serta orang – orang yang mensyirikan Allah akan mendapatkan azab yang pedih didalam Neraka Jahannam dan kekalabadi untuk selama – lamanya.
Di dalam ajaran Islam sendiri juga ditetapkan bahwa : Tidak ada yang patut diSembah dengan sebenar – benarnya melainkan Allah ( ﻵ١ﻠﮫ١ﻻ١ﷲ ) (Laa ilaaha illallah),dan itulah yang menjadi pujian kaum muslimin.
Selain kalimah syahadah Al – Qur’an juga memberikan tuntunan berfikir kepada manusia untuk mengakui ke-Esaan Allah itu dan sulit untuk dibantah.
Sebagaimana Firman Allah dalama Surat Al-Anbiya’ ayat 22 sbb:
ﻠﻮﻛﺎﻥ ﻑﻴﻬﻤﺎ ﺀ١ﻠﻬﺔ ﺇﻻ١ﷲ ﻠﻓﺳﺪﺗ١׃٢٢﴾
Artinya : Sekiranya ada dilangit dan di bumi Tuhan – Tuhan selain Allah, tentulah
Keduanya itu telah rusak binasa. ( Al-Anbiya 22 )

Dari Firman diatas dapat dijelaskan seandainya dilangit dan dibumi ini ada Tuhan
Tuhan selain Allah maka rusaklah dan binasalah langit dan bumi ini.

Hal itu disebabkan karena masing - masing Tuhan itu wajib sempurna baik kekuasaannya maupun kehendaknya dan dapat dipastikan bahwa Tuhan yang satu tidak akan mau tunduk pada Tuhan yang lain dan ini mustahil.
Sebagai gambaran jika disuatu negara dipimpin oleh beberapa orang pemimpin dan mereka itu saling wajib memiliki kekuasaan dan perintah-perintahnya maka negara itu suatu saat akan hancur karena diantara pemimpin itu saling mempertahankan kekua -
saanya dan perintahnya , bahkan akan terjadi suatu perselisihan dan memicu peperangan.
Kalau pemimipinnya aja seperti itu terus bagaimana nasib rakyatnya. Yang jelas rakyat akan merasa kebingungan dalam menjalankan perintahnya dan nasibnya akan terkatung – katung bahkan rakyat sendiri akan timbul perselisihan dan hal ini akan memicu perang antar saudara. Jika hal ini terjadi maka hancurlah negara itu.

Begitu pula di langit dan dibumi ini banyak Tuhan ,walaupun saja Tuhan-Tuhan itu bermusyawarah dalam menjalankan kekuasaanya. Dan katakanlah Tuhan yang satu dengan Tuhan yang lain seia sekata dalam menjadikan alam,langit dan bumi dan meng
-urusnya maka Tuhan yang bilang itu semuanya sempurna. Pada suatu saat Tuhan yang satu berbeda pendapat dengan Tuhan lain atau yang satu mengikuti Tuhan lain .
Maka yang demikian ini berarti Tuhan yang satu menciptakan sesuatu yang telah ada dan
Ini tidak sempurna,sehingga Tuhan yang tidak sempurna itu berarti bukanlah Tuhan .

Hal seperti diatas mustahil adanya dan oleh karenanya pastilah Tuhan-Tuhan itu tidak bisa seia sekata karena dia itu wajib memiliki kesempurnaan baik kekuasaanya maupun kehendaknya, sehingga dia pasti akan saling mempertahankan kesempuranaanya baik kekuasanya maupun kehendaknya masing-masing.

Apalagi jikalau ada yang menyebut ada Tuhan Apa, ada Tuhan Matahari, dan ada Tuhan Laut, yang jelas tidak akan ada kesepakatan daiantra ketiga-tiganya.
Dan jika dikatakan Tuhan-Tuhan itu berbeda-beda maksud dan tugasnya maka ada diantara Tuhan-Tuhan itu yang tidak berlaku kehendaknya dan ini berarti lemahlah hukumnya dan kalau lemah bukanlah Tuhan namanya, akan tetapi hal itu merupakan perbuatan yang menyimpang dari aqidah Islam.

Kemudian jika dalam dalil aqidah islam yang terdapat dalam Kitab suci Al Qur’an terdapat hal – hal yang kurang bisa dipahami dan dimengerti oleh akal pikiran umat manusia khususnya umat Islam maka hal tersebut akan diperjelaskan di Al-Sunnah
dalam bentuk mujmal dan sekaligus sebagai penegas terhadap pernyataan - pernyataan Al Qur’an yang memerlukan penegasan. Dan bila ada hal – hal lain tentang aqidah Islamiyah belum ditetapkan oleh Allah dalam Al qur’an maka semuanya akan ditetapkan dalam Al- Sunnah. Sesuai firman Allah dalam surah Al-Hasyr Ayat ke-7 Yang artinya “Ambilah apa-apa yang disampaikan Rasulullah kepadamu, dan tinggalkanlah apa-apa yang dilarangnya”

Dalam Hadits Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan aqidah Islam dengan sabdanya yang berbunyi :
١ﺗﻕ١ﷲ ﺣﻴﺳﻣﺎﻛﻧﺕ ﻭ١ﺗﺑﻊ١ﻟﺳﺌﺔ١ﻟﺣﺳﻧﺔ ﺗﻤﺣﻬﺎﻭﺧﺎﻟﻖ
١ﻟﻧﺎﺱ ﺑﺧﻟﻖ ﺣﺳﻥ ﴿ﺮﻭ١ﻩ١ﻟﺗﺮﻣﺩﻯ﴾
Artinya : “Bertaqwalah kamu kepada Allah dimana saja kamu berada dan ikutillah perbuatan – perbuatan buruk dengan perbuatan yang baik,niscaya perbuatan – perbuatan baik itu akan menghapus perbuatan yang buruk dan bergaullah terhadap sesama manusia dengan akhlak yang baik”,(HR Turmudzi).


Selain itu juga dapat mengikuti ketetapan para ulama yang disandarkan pada ajaran hadits Nabi Muhammad SAW yang disebutkan dengan Ijma’ Ulama.
Ijma’ Ulama adalah ketetapan ulama yang merupakan kesepakatan-kesepakatan para ulama menjadi sumber ajaran yang kuat dan mengikat , sejauh kesepakatan tersebut terjadi secara jelas,nyata dan tidak ada satupun dari ulama yang tidak terlibat dalam proses penetapanya itu. Sesuai gadits Nabi Muhammad SAW yang artinya “Dari Anas bin Malik r.a dia berkata bahwa Rasulullah bersabda ,umatku tidak akan melakukan suatu kesepakatan untuk suatu kesesatan.”(H.R Ibnu Majah)

Aqidah Islam dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai penuntun pikiran umat manusia untuk mengakui ke-Esaan Allah sehingga dapat mempertebal kepercayaanya kepada Allah . Dengan demikian akan selalu ingat kepada Allah dimanapun berada dan dapat membetuk umat manusia yang beraqlak mulia.
Implementasi aqidah Islam dalam kehidupan sehari-hari dapat tercermin pada Arkanul iman seseorang yaitu :
1. Kepercayaan akan adanya Allah dan segala sift-sifatnya yang terdiri dari sifat wajib,mustahil dan sifat jaiz,serta wujud-Nya yang dapat dibuktikan dengan keteraturan dan keindahan alam semesta.
2. Kepercayaan tentang alam gaib yaitu kepercayaan akan adanya alamyang ada dibalik alam nyata ini,yang tidak bisa diamati oleh alat indera .Demikian pula makluk-makluk yang ada didalamnya seperti malaikat,jin,iblissetan dan ruh.
3. Kepercayaan kepada Kitab-Kitab Allah yang diturunkan kepada Rosul,agar dijadikan pedoman hidup masyarakat sesuai zamannya sehingga dapat
membedakan mana yang baik dan mana yang buruk ,yang hak da yang bathil serta yang halal dan yang haram.
4. Kepercayaan kepada Nabi dan Rosul yang telah dipilih oleh Allah untuk memberikan petunjuk dan bimbingan kepada manusia agar melakukan hal-hal yang baik dan hak.
5. Kepercayaan kepada hari akhir serta peristiwa-peristiwa yang terjadi pada saat itu seperti ba’ats (bangkit dari kubur ),mizan (timbangan amal baik dan buruk),pahala,siksa,surga dan neraka.
6. Kepercayaan kepada takdir (qadha dan qadar )Allah. Dengan takdir Allah itulah terciptanya alam dan segala isinya.
Sebagai contoh orang yang memiliki kekokohan aqidah Islam dalam kehidupan sehari-hari adalah orang mukmin dan muslim.
Mukmin adalah orang – orang yang mengetahui dan percaya kepada Allah ,sifat-sifat Allah,dan hukum-hukum Allah. Kepercayaan ini membimbing manusia menjadi taat dan menyerahkan diri kepada kehendaknya.
Muslim adalah orang – orang yang menjalankanya kepercayaan tersebut.

Mereka – mereka itu diantaranya :
1. Usman bin Affan dan Khotijah istri Rosulullah , beliau mempercayai ketika Nabi Muhammad S.A.W menerima Wahyu pertama.
2. K.H Hasyim Asy’ari,K,H Achmad Dahlan dan Prof. Buya Hamka menjadi Ulama’besar karena atas kegigihannya dalam memegang teguh Aqidah Islam.
3. Prof.Dr. Nurcholis Majid, K.H. Abdurrahman Wahid,Prof.Dr. Amin Rais, dan Prof.Dr .Ing.BJ.Habibie menjadi orang cendikiawan muslim atas kegigihan dalam berpegang teguh pada Aqidah Islam yang Haqiqi.

Hal ini dapat kita tauladani dalam kehidupan kita sehari-hari yaitu :
1. Kita percaya dan yakin bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Allah sehingga kita harus patuh dan tunduk terhadap printah-perintah-Nya,tidak menyekutukan-Nya serta menjahui semua larangan-Nya
2. Kita percaya dan yakin akan adanya alam gaib sebagai alam akherat nanti beserta makluk – makluk yang ada didalamnya. Hal ini dapat kita jalankan dengan melaksanakan ibadah-ibadah baik yang wajib maupun yang sunnah untuk mendapatkan bekal menuju kesana sehingga mendapatkan tempat yang bahagia disisi Allah dan diakui sebagai umat-Nya.
3. Kita percaya dan yakin kepada Kitab-Kitab Allah yang diturunkan kepada Rosul untuk kita jadikan sebagai pedoman hidup kita sehari-hari. Hal ini dapat kita lakukan dengan amalan – amalan baik membaca,mempelajari,
memahami isi dan maknanya,serta kita ambil yang baik diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
4. Kita percaya dan yakin kepada Nabi dan Rosul yang telah dipilih oleh Allah sebagai panutan kita dalam melakukan perilaku yang baik dan hak dengan menjalankan sunnah – sunnahnya pada kehidupan sehari-hari.
5. Kita percaya dan yakin kepada hari akhir serta peristiwa-peristiwa yang terjadi pada saat itu seperti ba’ats (bangkit dari kubur ),mizan (timbangan amal baik dan buruk),pahala,siksa,surga dan neraka.
6. Kita percaya dan yakin kepada takdir (qadha dan qadar )Allah.

Manusia memang diciptakan dengan banyak kekurangan – kerunganya.
Dengan kekurangan itu manusia diwajibkan mengabdi kepada Allah untuk belajar menjalankan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-laranganya sehingga menjadi manusia yang beraqidah Islam dan berakhlak mulia.

Demikian juga kami dalam menyusun TULISAN INI juga tidak luput dari kekurangan maka kepada para pembaca dan pihak-pihak yang berkompeten dalam hal ini, kami sangat mengharapkan saran dan kritiknya yang bersifat membangun untuk berbagi ilmu guna memperkuat iman kita.

Penulis juga tak lupa bersyukur kepada Allah SWT atas segala ridho-Nya kami dapat menyelesaikan TULISAN INI dengan lancar ,semoga hal ini dapat berguna untuk pembaca sebagai kaca cermin untuk melihat siapakah diri kita yang sebenarnya dihadapan Allah, apakah kita termasuk golongan orang yang sudah beriman atau malah justru sebaliknya. Sehingga kita hidup didunia ini tidak menjadi orang yang merugi melainkan kita dapat menjadi golongan orang yang beruntung baik dunia maupun akhirat, serta dapat menjadi umat manusia yang berjasa pada negara dan bangsa yang saat sekarang lagi dilanda badai krisis multi dimensi.

Semoga kita semua oleh Allah digolongkan sebagai umat yang beriman dan selalu mendapatkan hidayah serta riidho Nya sehingga kita semua disadarkan dari perbuatan – perbuatan yang diharamkan oleh Allah ,disucikan hati dan jiwa kita untuk dapat membangun kembali negara kita terlepas dari badai krisis multidimensi. Mudah – mudahan Allah menunjukan jalan keluarnya untuk bisa lepas dari badai krisis multidimensi, melimpahkan rahmat Nya ke negara kita ini sehingga negara kita dapat kembali menjadi negara yang kaya akan hasil buminya,subur dan makmur rakyatnya selalu dilindungi serta diilhami dengan kesadaran yang tinggi akan pentingnya rasa persatuan dan kesatuan,semangat gotong royong yang tinggi,tidak saling memfitnah ataupun tidak saling mengadu domba,dan selalu mengutamakan kepentingan bersama demi kemakmuran bangsa diatas kepentingan pribadinya. Amin....amin..........amin......

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar